Google Translate

Senin, 19 Desember 2011

Apa sih Bedanya Kopi Arabica dengan Kopi Robusta ?


Kopi, mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita terlebih lagi bagi para penggemarnya. Ya, minuman yang satu ini memang sudah sangat populer dikalangan masyarakat. Dengan keunikannya sendiri, kopi mampu menempati posisi tidak saja di kalangan bawah tapi juga di kalangan atas, dari masyarakat awam sampai kaum intelektual, dari buruh bangunan sampai para profesional.

Bicara mengenai minuman kopi tentu tak lepas dari mana dan bagaimana minuman ini dibuat. Untuk membuat secangkir kopi yang nikmat dengan aroma yang mantap, pastilah paling awal kita tengok dulu jenis biji kopi yang digunakan. Biji kopi sebenarnya hanya terbagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu jenis kopi arabica dan robusta. Apa perbedaan antara keduanya ?
Tabel berikut memperhatikan perbedaan antara kedua biji kopi tersebut.

Dibandingkan dengan kopi robusta, kopi arabica mempunyai karakter kopi yang lebih nikmat dan tidak terlalu pahit hal ini juga dikarenakan kandungan kafeinnya yang lebih rendah. Dengan rasa yang lebih nikmat tak heran apabila harga kopi arabica lebih tinggi dibandingkan kopi jenis lainnya. Tingginya harga kopi arabica juga dipengaruhi oleh musim petiknya yang umumnya hanya satu kali dalam sebulan.
Meskipun 70% tanaman kopi yang tumbuh dibelahan dunia adalah jenis arabica, namun kopi ini tidak banyak tumbuh di Indonesia bila dibandingkan dengan jenis robusta. Jangan berkecil hati dulu kerena meskipun Indonesia bukan penghasil kopi arabica terbesar namun dari yang kecil tersebut rupanya Indonesia merupakan penghasil jenis kopi arabica terunggul.
Tujuh jenis kopi arabica terbaik yang tumbuh dibelahan dunia, 6 diantaranya dihasilkan oleh negara Indonesia dan hanya satu yang dihasilkan oleh Jamaika, yaitu jenis Blue Montain yang sangat terkenal karena rasanya yang sangat enak, mantap dan harganya yang sangat mahal. Sementara 6 jenis kopi arabica terbaik yang di hasilkan Indonesia yang juga terkenal di manca negara adalah Gayo di Aceh, Mandhaeling di Sumatra Utara, Java di Jawa (terutama Jawa Timur), Kintamani di Bali, Toraja di Sulawesi dan jenis baru Mangkuraja dari Bengkulu.
Untuk menyiasati rasa kopi robusta yang relatif dibawah arabica, sebagian besar Industri Kopi mencampur kedua jenis kopi ini untuk menghasilkan rasa kopi yang nikmat dengan aroma yang mantap sehingga kualitasnya pun menjadi menigkat.

0 komentar:

Poskan Komentar